Showing posts with label AntiVirus. Show all posts
Showing posts with label AntiVirus. Show all posts
Norton 10 Pergunakan Metode Quorum
Norton merupakan salah satu merek paling populer di dunia keamanan internet, terutama dalam segmen antivirus berlisensi. Kepercayaan terhadap produk ini dijaga Symantec (pengembang Norton) melalui keandalan teknologi dalam menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna internet. Inovasi pun tetap mereka jalankan, kali ini dengan strategi pengamanan terbaru berbasis reputasi yang dilabeli Quorum.
Dalam peluncuran Norton Internet Security 2010 dan Norton AntiVirus 2010 di Hotel Grand Hyatt Jakarta, 8 Oktober kemarin, David Hall (Regional Consumer Product Marketing Manager, Symantec Asia Pacific) mengungkapkan, "Metode signature dan heuristik yang dikenal saat ini memang mampu melindungi terhadap 99% malware populer, tetapi sulit mendeteksi 1% malware yang bersifat unik. Padahal yang 1% itulah yang kini digandrungi para penjahat cyber untuk melancarkan serangannya."
Bagaimana cara kerja metode Quorum? Metode ini memanfaatkan atribut-atribut file atau aplikasi malware buatan pelaku cybercrime yang bersifat unik. Sejak terdistribusi ke internet, pergerakan file tersebut kemudian dimonitor Quorum. Jika atribut berubah, reputasi file bakal secara otomatis diperbaharui ("baik" atau "buruk"). Reputasi ditentukan oleh rekomendasi puluhan juta pengguna Norton di seluruh dunia yang tergabung dalam Norton Community Watch dan dikalkulasi lewat sebuah algoritma kompleks. Jika pengguna mencoba mengunduh sebuah file yang bereputasi buruk, Norton bakal mencegahnya.
Symantec juga berupaya mementahkan anggapan bahwa Norton memiliki performa yang lamban dan boros memori. Hasil uji dari PassMark menunjukkan fakta berbeda. Produk ini perlu sekitar cukup 1 menit untuk diinstal, konsumsi memori hanya sedikit di atas 10 MB, dan durasi pemindaian 61 dan 31 detik saja, masing-masing pada HDD dan SSD. Soal keandalan, predikat "sangat memuaskan" ditasbihkan oleh lab uji independen, AV-Test.org.
Paket keamanan Norton Internet Security 2010 ditawarkan mulai harga Rp268.000 untuk lisensi satu PC dan Rp448.000 untuk lisensi tiga PC. Sementara Norton AntiVirus 2010 berharga lebih rendah, Rp218.000 (satu PC) dan Rp 388.000 (tiga PC). Bagi pengguna produk Norton 2006 sampai 2009, tersedia upgrade gratis melalui situs Norton Update Center.
Dalam peluncuran Norton Internet Security 2010 dan Norton AntiVirus 2010 di Hotel Grand Hyatt Jakarta, 8 Oktober kemarin, David Hall (Regional Consumer Product Marketing Manager, Symantec Asia Pacific) mengungkapkan, "Metode signature dan heuristik yang dikenal saat ini memang mampu melindungi terhadap 99% malware populer, tetapi sulit mendeteksi 1% malware yang bersifat unik. Padahal yang 1% itulah yang kini digandrungi para penjahat cyber untuk melancarkan serangannya."
Bagaimana cara kerja metode Quorum? Metode ini memanfaatkan atribut-atribut file atau aplikasi malware buatan pelaku cybercrime yang bersifat unik. Sejak terdistribusi ke internet, pergerakan file tersebut kemudian dimonitor Quorum. Jika atribut berubah, reputasi file bakal secara otomatis diperbaharui ("baik" atau "buruk"). Reputasi ditentukan oleh rekomendasi puluhan juta pengguna Norton di seluruh dunia yang tergabung dalam Norton Community Watch dan dikalkulasi lewat sebuah algoritma kompleks. Jika pengguna mencoba mengunduh sebuah file yang bereputasi buruk, Norton bakal mencegahnya.
Symantec juga berupaya mementahkan anggapan bahwa Norton memiliki performa yang lamban dan boros memori. Hasil uji dari PassMark menunjukkan fakta berbeda. Produk ini perlu sekitar cukup 1 menit untuk diinstal, konsumsi memori hanya sedikit di atas 10 MB, dan durasi pemindaian 61 dan 31 detik saja, masing-masing pada HDD dan SSD. Soal keandalan, predikat "sangat memuaskan" ditasbihkan oleh lab uji independen, AV-Test.org.
Paket keamanan Norton Internet Security 2010 ditawarkan mulai harga Rp268.000 untuk lisensi satu PC dan Rp448.000 untuk lisensi tiga PC. Sementara Norton AntiVirus 2010 berharga lebih rendah, Rp218.000 (satu PC) dan Rp 388.000 (tiga PC). Bagi pengguna produk Norton 2006 sampai 2009, tersedia upgrade gratis melalui situs Norton Update Center.
Cara Menganalisa Suatu Virus
Virus-virus yang tersebar di internet semakin hari bertambah banyak sehingga banyak perusahaan-perusahaan penyedia antivirus seperti kaspersky, McAffe, Norton dan sebagainya berlomba-lomba membuat antivirus yang sangat ampuh.
Pembuatan suatu antivirus sendiri tentunya tidak bisa lepas dari pengenalan virus itu sendiri. Kita harus menganalisa cara kerjanya, apa saja yang mampu di perbuat oleh virus itu, apa saja yang diinfeksi dan sebagainya.
Untuk melakukan analisa suatu virus biasanya membutuhkan tool-tool yang dapat menganaliasa suatu virus secara mendetail dan cepat.
Berikut terdapat beberapa tools yang dapat anda gunakan untuk menganalisa suatu virus.
1. Malcode Analysis Pack
(http://labs.idefense.com/software/download/?downloadID=8)
Tool ini terdiri dari bermacam-macam aplikasi yang dapat membantu anda menganalisa suatu malcode.
Contohnya seperti ShellExt, socketTool, fakeDNS, Sheilcode2Exe dan sebagainya.
2. Autorun For Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb963902.aspx)
Aplikasi ini digunakan untuk mengetahui lokasi auto-starting dari startup monitor yang berada di windows.
Aplikasi ini akan menunjukkan program yang berjalan saat sistem melakukan bootup atau login.
3. RegMon for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896652.aspx)
Tool ini bisa menampilkan aplikasi mana saja yang sedang melakukan akses registry pada sistem anda.
Semua akan ditampilkan secara real-time
4. FileMon for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896642.aspx)
Tool ini akan menampilkan system activity dari sebuah file dalam operating system secara real-time.
5. Multipot (http://labs.idefense.com/software/download/?downloadID=9)
Aplikasi ini di desain untuk mengumpulkan malicious code yang banyak terdapat di internet.
6. Process Explorer for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653.aspx)
Tool ini mengetahui informasi mengenai handles dal DLLs proses yang sedang terbuka.
Aplikasi ini akan menunjukkan list dari proses yang sedang aktif saat itu.
7. Resource Hacker (http://www.angusj.com/resourcehacker/)
Tool yang bisa digunakan untuk mengubah resource pada win32 executables serta resource file yang lain.
Membuat Anti Virus AutoRun dari Flash Disk
Jengkel dengan Virus yang otomatis menginfeksi Flash Disk Anda saat Anda colokkan USB Flash Disk Anda ke port komputer yang terinfeksi virus? Bagaimana kalau kita akali saja dengan Membuat Anti Virus AutoRun dari USB Removable Drive semacam Flash Disk? Seringkali Virus akan membuat file “autorun.inf” yang ber-attribute file hidden dan system (dan/atau bisa juga termasuk file virus/trojan - server) begitu Anda memasangkan Flask Disk yang dijadikan target penginfeksian virus ataupun target pengintipan aktivitas user atau pencurian data user dengan Trojan.
File autorun.inf inilah command atau pemicu tereksekusinya file induk dan library virus/trojan yang sudah bersarang di komputer lokal atau jaringan tempat Flash Disk Anda berinteraksi dan berhubungan langsung.
Bila Anda pengguna OS Windows, seperti kita ketahui, Versi Windows sebelum generasi Windows Vista (termasuk Windows Windows XP), secara default tidak mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari media USB Removable Drives seperti External Hardisk ataupun Flash Drive/Flash Disk (kecuali dari media cakram digital) yang kemungkinan besar ditujukan untuk kepentingan keamanan. Windows hanya mengijinkan proses “AutoPlay” media saja seperti AutoPlay Movie/Music dari DVD atau command seperti Open/View file melalui windows explorernya.
Untungnya (dari faktor kemudahan) sekaligus sayangnya (dari faktor keamanan), Windows Vista secara default telah memperkenankan proses “AutoRun” dilangsungkan dengan dafault opsi yang bisa Anda pilih secara permanen.
Lalu bagaimana mengakali Windows XP agar bisa mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari removable drives seperti External Hardisk maupun Flash Disk?
Di bawah ini Penulis sampaikan teknis pembuatan AutoRun AntiVirus pada Flash Disk.
File autorun.inf inilah command atau pemicu tereksekusinya file induk dan library virus/trojan yang sudah bersarang di komputer lokal atau jaringan tempat Flash Disk Anda berinteraksi dan berhubungan langsung.
Bila Anda pengguna OS Windows, seperti kita ketahui, Versi Windows sebelum generasi Windows Vista (termasuk Windows Windows XP), secara default tidak mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari media USB Removable Drives seperti External Hardisk ataupun Flash Drive/Flash Disk (kecuali dari media cakram digital) yang kemungkinan besar ditujukan untuk kepentingan keamanan. Windows hanya mengijinkan proses “AutoPlay” media saja seperti AutoPlay Movie/Music dari DVD atau command seperti Open/View file melalui windows explorernya.
Untungnya (dari faktor kemudahan) sekaligus sayangnya (dari faktor keamanan), Windows Vista secara default telah memperkenankan proses “AutoRun” dilangsungkan dengan dafault opsi yang bisa Anda pilih secara permanen.
Lalu bagaimana mengakali Windows XP agar bisa mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari removable drives seperti External Hardisk maupun Flash Disk?
Di bawah ini Penulis sampaikan teknis pembuatan AutoRun AntiVirus pada Flash Disk.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Virus-virus yang tersebar di internet semakin hari bertambah banyak sehingga banyak perusahaan-perusahaan penyedia antivirus seperti kaspe...
-
animasi
-
Processor sebagai otak utama pada komputer juga dapat menyebabkan masalah untuk komputer, salah satunya karena terjadi panas berlebih (o...
-
Program portable adalah program yang cukup praktis, karena tidak perlu di-install dan bisa langsung digunakan. Dengan semakin menjamurnya fl...
-
Jengkel dengan Virus yang otomatis menginfeksi Flash Disk Anda saat Anda colokkan USB Flash Disk Anda ke port komputer yang terinfeksi virus...
-
Office OpenOffice – office suite PC Suite 602 – office suite AbiWord – text editor Atlantis Nova – text editor Microsoft PowerPoint ...
-
* Prologue Tiga belas tahun sebelum cerita ini dimulai, seekor monster rubah ekor sembilan bernama Kyuubi menyerang Konoha, sebuah desa ...
-
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit...
-
Media Australia Beritakan Ancaman Amrozi Cs Jakarta (ANTARA News) - Media massa Australia memberitakan ancaman Amrozi, Ali Gufron dan Imam ...

